kumpulankonsultasi- Islam merupakan agama yang paling sempurna,semua yg berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan rabbnya (allah ta’ala) peribadahan dan hubungan sesama manusia (muamalah),dari pemerintahan sampai thoharah. Semuanya ini ada dalam islam demi kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Diantara syariat Islam atas umatnya dalam hal thoharah adalah melakukan istinja’ (bersuci dengan air) dan istijmar (membersihkan kotoran dengan batu) ketika tidak memungkinkan bersuci dengan air.
baca juga: hukum bertaqarrub
Sebagian manusia menyepelekan hal ini,sehingga sisa najis tersebut menempel di badan dan pakaiannya. Orang yang tidak bersuci dari najisnya dan pakaian yang digunakannya terkena najis dapat berdampak tidak sahnya sholat tersebut. Dan nabi shallallahu alahi wassalam juga mengkabarkan bahwa diantara sebab azab kubur adalah tidak bersuci dari buang air kecil.
Ibnu Abbas Radhiallahu anhu berkata: “suatu kali Rasulullah shallallahu alahi wassalam melewati kebun di antara kebun-kebun madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara 2 orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Lalu Nabi shallallahu alahi wassalam bersabda:
baca juga: hukum bertaqarrub
Sebagian manusia menyepelekan hal ini,sehingga sisa najis tersebut menempel di badan dan pakaiannya. Orang yang tidak bersuci dari najisnya dan pakaian yang digunakannya terkena najis dapat berdampak tidak sahnya sholat tersebut. Dan nabi shallallahu alahi wassalam juga mengkabarkan bahwa diantara sebab azab kubur adalah tidak bersuci dari buang air kecil.
Ibnu Abbas Radhiallahu anhu berkata: “suatu kali Rasulullah shallallahu alahi wassalam melewati kebun di antara kebun-kebun madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara 2 orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Lalu Nabi shallallahu alahi wassalam bersabda:
يُعَذِّبَانِ, وَمَا يُعَذِّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ- ثُمَ قَالَ- بَلَى [وَفِيْ رِوَايَةٍ : وَإِنَّهُ لَكَبِيْرٌ] كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَ كَانَ الآخَرُ يَمْشِيْ بِالنَّمِيْمَةِ
"keduanya diazab,tetapi tidak karena masalah besar (dalam anggapan keduanya) lalu bersabda – benar (dalam riwayat lain: sesungguhnya ia masalah besar) salah satunya tidak mencegah dari kena percikan air kencing dan tidak pula bersuci dan satu lagi suka mengadu domba.” (HR.Bukhari,lihat Fathul Bari: 1/317)
baca juga: pantaskah bertanya teknis sembelih
أَكْثَرُ عَذّابِ القَبْرِ فِيْ البَوْلِ
“kebanyakan azab kubur disebabkan oleh buang air kecil.” (HR.Ahmad, 2/236, shahihul jami’: 1213)
Menyudahi hajatnya dengan tergesa-gesa setelah buang air kecil sebelum kencingnya habis atau sengaja kencing dengan posisi tertentu sehingga percikan air mengenainya atau sengaja meninggalkan istinja dan istijmar atau tidak teliti melakukannya maka dia belum suci dari dari najisnya.
Menyudahi hajatnya dengan tergesa-gesa setelah buang air kecil sebelum kencingnya habis atau sengaja kencing dengan posisi tertentu sehingga percikan air mengenainya atau sengaja meninggalkan istinja dan istijmar atau tidak teliti melakukannya maka dia belum suci dari dari najisnya.
baca juga: bolehkah bagi seorang muslim
Benar apa yang dikabarkan nabi shallallahu alahi wassalam, sesungguhnya diantara kaum muslimin menyerupai kaum kafir dalam masalah kencing. Kita lihat di beberapa tempat khususnya di supermarket, restoran dll menyediakan tempat buang air kecil yang hanya menempel didinding dalam posisi berdiri di ruangan terbuka, setiap yang kencing tanpa malu disaksikan orang yang berlalu lalang keluar masuk kamar mandi bahkan ada yang tidak bersuci dari kencingnya. Nauzubillah.
Orang semacam ini telah melakukan 2 perkara yang diharamkan : 1. Ia tidak menjaga auratnya dari penglihatan manusia 2. Ia tidak cebok dan membersihkan diri dari kencingnya
Benar apa yang dikabarkan nabi shallallahu alahi wassalam, sesungguhnya diantara kaum muslimin menyerupai kaum kafir dalam masalah kencing. Kita lihat di beberapa tempat khususnya di supermarket, restoran dll menyediakan tempat buang air kecil yang hanya menempel didinding dalam posisi berdiri di ruangan terbuka, setiap yang kencing tanpa malu disaksikan orang yang berlalu lalang keluar masuk kamar mandi bahkan ada yang tidak bersuci dari kencingnya. Nauzubillah.
Orang semacam ini telah melakukan 2 perkara yang diharamkan : 1. Ia tidak menjaga auratnya dari penglihatan manusia 2. Ia tidak cebok dan membersihkan diri dari kencingnya
![]() |
| design taxi |
Sumber referensi: syeikh Muhammad Shalih Al Munajjid,dosa-dosa yang dianggap biasa, (yayasan Al sofwa,1997) cet I, penerjemah Ainul Haris Umar Thayib, h.123
terima kasih telah membaca artikel ini tentang "Tidak bersuci setelah BAK (buang air kecil)"
terima kasih telah membaca artikel ini tentang "Tidak bersuci setelah BAK (buang air kecil)"

Tidak ada komentar: